Pemimpin Muslim Layak Pimpin Jakarta





Oleh: Haikal Hassan ‏(@haikal_hassan)

1.Tiba-tiba saja sekelompok org tampil eksis di sosmed dg follower secuil bercuit ttg dalil yg ternyata sebuah disability thinking.

2.Disability Thinking yg dimaksud adalah sebuah kehilangan nalar akal sehat dan cenderung tak bisa diingatkan. Kelainan otak.

3.Dalil yang dimaksud adalah menggunakan kata “mendingan” dalam hal memilih 2 pilihan yang keduanya salah.

4.Dalil mendingan ini pertama kali disebarkan oleh A-Hock, yg serta merta lalu diikuti oleh pengikut setianya.

5.Dia berkata: Mendingan mana minuman keras yang sembunyi-sembunyi atau minuman keras yang dilegalkan.

6.Kita dihadapkan 2 pilihan yang keduanya salah. Ini cara maslow dalam giring opini utk membenarkan sebuah kesalahan.

7.Tentu sama saja dengan dalil tadi : Mendingan mana pelacuran terselubung dengan pelacuran yang terlokalisasi.

8.Pelacuran, Miras dan sejenisnya disajikan dengan 2 pilihan saja dan membuat otak kita hanya memilih
yang tersaji.

9.Bisa jadi suatu saat ada orang berfikir: Mendingan mana mabok tiap malam minggu saja atau mabok tiap hari.

10.Mungkin saja berkembang jadi : Mendingan mana pakai narkoba jenis inex atau pakai narkoba jenis shabu.

11.Dalil mendingan ini sejatinya ingin menggiring opini dalam hal kepemimpinan yang diset sekelompok org tadi (point.1)

12.Mereka berkata: Mendingan mana pemimpin muslim koruptor atau pemimpin kafir tapi adil. Mulai terasa aneh kan?

13.Keanehan itu hanya tersaji dua hal yang salah dan menggiring orang berfikir cenderung hanya melihat yang tersaji.

14.Inilah disability thinking. Cacat dalam berfikir. Kelainan otak. Kehilangan memori. Sulit menerima kebenaran.

15.Kalau dilanjutkan dalil mendingan bisa lebih parah. Mendingan mana, makan babi seminggu sekali atau makan babi tiap hari.

16.Tidak terlihatkah makanan lain? Tentu tertutupi karena kata mendingan menjadi dalil dan pilihan hanya 2 saja.

17.Kembali ke masalah pimpinan, tentu masih banyak pemimpin islam yang terlalu hebat untuk disebut namun minim di media.

18.Bang Adyaksa, Prof Nurdin, Pak Sandiaga, Bung Syafrie, Kang Yoto, Bung Yusril, Ustad YM adalah contoh yang tak terlihat?

19.Lihat mereka hari ini, Jumat (10/6) di Masjid AlAzhar, bersama tim Majelis Pelayan Jakarta. Utk DKI yang lebih beradab.

#PemimpinMuslimLayakPimpinJakarta