Kisah Pembuat Whats App Ditolak Kerja di Facebook, Akhirnya Dibeli 19 Miliar US Dollar



Pernakah kau ditolak oleh sebuah pekerjaan yang kau inginkan? Salah satu pendiri aplikasi Whats App, Brian Acton, pernah mengalaminya.Setelah 11 tahun berkarir di Yahoo, ia resign dan mulai mencari pekerjaan pada usia 38 tahun. Mencoba melamar di Twitter namun berakhir dengan penolakan. Lalu ke Facebook dan mengalami nasib yang sama.

Apa yang kau lakukan ketika pada usia 38 tahun, mendapati dirimu tengah bersaing dengan para pencari kerja yang lain berusia 20-an tahun untuk posisi sebagai teknisi? Jika kau menjadi Brian, kau akan mundur dan bermain Frisbee.

Dan itulah yang memang ia lakukan. Dua tahun sebelumnya ia menempuh perjalanan di Amerika Selatan dan bermain Frisbee bersama Jan Koum, orang yang pernah ia temui saat masih bekerja di Ernst & Young sebagai pemantau keamanan. Sekarang pada masa-masa ia ditolak dari berbagai lowongan pekerjaan ia bertemu lagi dengan Jan pada permainan Frisbee.

Ketika tengah bermain, Jan memberi tahu Brian bahwa ia sedang berusaha mengembangkan aplikasi baru pada ponsel namun ia tidak memiliki dana. Jan sendiri sebenarnya telah hidup berkecukupan dari orang tuanya saat berhijrah dari Ukraina ke Amerika Serikat. Tidak ingin kembali ke negara asalnya, ia meminta saran kepada Brian apakah sebaiknya ia berhenti mengembangkan aplikasi tersebut dan mulai mencari pekerjaan baru. Kagum pada keberanian Jan untuk memulai sebuah usaha, Brian menjawab, " Sangat bodoh jika kau menyerah sekarang. Coba lihat perkembangannya dahulu selama beberapa bulan."

Arah pembicaraan kemudian beralih pada cerita Brian yang sedang berusaha mencari pekerjaan dan akhirnya Jan membalikkan saran yang ia terima kepada Brian sendiri.

Jan membujuk Brian untuk keluar dari kegiatan mencari pekerjaan dan mengajak untuk bergabung dengannya dalam mengembangkan aplikasi barunya yang kemudian hari bernama Whats App.Brian dan Jan memiliki satu kesamaan yang mempertemukan mereka, bermain Frisbee. Selain itu mereka saling melengkapi dengan caranya masing-masing. Brian berkata, " Seperti yin dan yang. Aku lebih optimis sedangkan Jan cenderung paranoid. Aku lebih perhatian pada biaya dan pajak sedangkan ia terfokus pada pengembangan produk. Dia seorang CEO dan aku seorang yang memastikan segala hal teknis berjalan dengan baik."

Pada pencarian kerja, segala kelemahanmu akan terekspos. Dalam memulai bisnis, kelemahanmu akan ditutupi kekuatan tim. Sehingga menjadi seorang entrepeneur lebih mudah daripada menjadi pegawai.

Butuh waktu beberapa bulan untuk meyakinkan Brian untuk mengambil keputusan atas ajakan Jan sampai pada akhirnya ia setujua untuk bergabung dengannya.

Brian mengatur bagian dana dalam membiayai produksi. Kantor mereka berada di Red Rock Cafe dengan pemandangan pegunungan. Walaupun tidak mempunyai kantor resmi mereka tetap berfokus dalam mengembangkan aplikasi Whats App.

Pada tahun pertama, pendapatan mereka hanya 5000 US dollar per bulan namun jumlah penggunanya meningkat pesat. Brian dan Jan mengubah aplikasi yang awalnya gratis menjadi berbayar dengan biaya 1 US dollar saat penggunanya semakin banyak. Menyaksikan orang-orang bersedia membayar untuk aplikasi ini, Brian dan Jan berpikir untuk tetap mempertahankan biaya tersebut.

Perusahaan Whats App berkembang secara signifikan dan empat tahun kemudian, Facebook yang pernah menolak kedua orang tersebut, membeli aplikasi Whats App sebesar 19 juta US dollar. Peristiwa yang membuat Brian dan Jan menjadi miliarder.

Brian mengingat satu hal di luar permainan frisbee yakni mereka berdua merupakan anggota tim yang ditolak oleh Facebook.

Butuh waktu selama empat tahun sejak bermain frisbee dan ditolak oleh Facebook untuk menjadi seorang miliarder sukses dengan kekayaan mencapai 19 juta US dollar.

Empat tahun dari sekarang adalah tahun 2020. Di manakah dirimu akan berada pada tahun 2020?

Tempatmu pada tahun tersebut merupakan hasil dari keputusan yang kau buat pada hari ini.

-Apakah kau lebih fokus mencari pekerjaan daripada memberi nilai tambah pada hal-hal di sekitarmu?

-Apakah kau lebih sibuk mengejar kesempatan daripada membuka matamu kepada orang yang benar di depanmu?

-Apakah penolakan yang kau terima dari pekerjaan yang kau inginkan telah menyembunyikan pintu lain? Pintu yang akan membawamu menuju petualangan yang lebih menyenangkan.

Terkadang kau hanya perlu mengubah fokusmu.

"Terkadang, perolehan terbaik ialah berupa sebuah kehilangan" -George Herbert

____
*Sumber: Facebook