Impian Ustadz Yusuf Mansur: Melihat Pilgub DKI Fun dan Happy



Ustaz Yusuf Mansur memimpikan Pilgub DKI tahun 2017 mendatang penuh suasana fun dan happy. Baginya kontestasi politik tidaklah harus identik dengan peperangan.

Simak tulisan ustaz Yusuf Mansur selengkapnya yang dipublis detikcom (30/3/2016):

 Impian saya tentang Pilgub DKI
By Yusuf Mansur

Bismillaahirrahmaanirrahiim... Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Sahabat-Sahabat Semua...

Bisa nggak ya? Kita sama-sama lihat Pilgub DKI berlangsung FUN, HAPPY?  Dinikmati bukan hanya oleh Jakarta dan Indonesia. Tapi juga dunia. Jadi hari-hari wisata lokal dan internasional. Sekaligus naikin pemasukan Jakarta dan Indonesia. Ada nilai ekonomis dan bisnisnya

Semua tokoh dan pendukung pada mamerin kebaikan demi kebaikan dengan kreativitas seni dan pertunjukan-pertunjukan

Senyum menghias di semua wajah orang-orang Jakarta.

Tidak mendatangkan ketakutan. Tapi malah mendatangkan momen yang ditunggu.

Bagaikan final Piala Dunia.

Bisa nggak ya? Kita sama-sama melihat Pilgub yang semua elemennya nggak pada stress, nggak pada berantem, nggak pada ribut. Ngak pada saling menjatuhkan. Saling ejek. Saling maki. Saling hina.

Pilgub kemudian malah jadi sarana tukar-menukar informasi, ilmu, pengalaman antarkandidat dan antarpendukungnya.

Pilgub jadi ajang super indah. Tukar-menukar program, ide, strategi.

Sehingga semua kandidat jadi tambah kaya dengan informasi, kaya dengan ide, kaya dengan program, kaya dengan pengalaman. Dan jadi bersaudara. Sebagai modal kelak dalam berkhidmat bagi kotanya, negaranya, dan bangsanya.

Pilgub DKI menjadi sejarah termanis dalam proses demokrasi yang bisa dijual menjadi even wisata domestik dan internasional.

Kota-kota lain baik di Indonesia, juga di dunia, jadi ikut belajar dengan mengamati Pilgub.

Siapapun yang ikutan, baik yang dipilih maupun pemilihnya, dan semua yang terlibat, bersaudara. Baik sebelum, di, dan sesudah Pilkada.

Teramat sayang bila semua kandidat dan pendukungnya, yang merupakan aset negara dan bangsa, bila harus saling bunuh, saling menjatuhkan.

Benar-benar sayang.

Ujian Pilkada adalah momentum uji publik. Dan setelahnya ujian riil dari seluruh program yang ditawarkan. Setelah itu, semua kandidat bisa terus saling berkhidmat di seluruh bidang di negeri ini buat bangsa dan negaranya. Bila tidak dimatikan. Bila tidak dilumpuhkan.

Kontestasi, bukan, dan tidak harus selalu identik dengan peperangan.

Mulai dari hari-hari esok hingga hari penentuan nanti, semua bergembira. Jakarta dipenuhi lampu-lampu yang meriah, event-even dan panggung-panggung dengan koreografi, dan pertunjukan-pertunjukan hebat.

Warga Jakarta dan Indonesia, belajar saling memuji, belajar saling menutupi kesalahan saudaranya, belajar saling senyum, dan mengulurkan tangan. Bahu membahu.

InsyaaAllah ini bukan sesuatu yang mustahil. Mulai saja dengan belajar senyum dan belajar menahan hati dan diri. Kelak yang kalah pun, akan menjadi pembantu terbaik bagi yang menang.

Mulai saja dengan tidak mengatakan, "Ah ini nggak mungkin." Biarkan ini menjadi mungkin dengan perkataan, pikiran, dan keyakinan yang positif.

Change your katas... Kata itu single. Katas itu plural. Jamak, hehehe. Ada "s"nya. Ubah your words. You will change your world.

Apalagi dunia akan berputar. Masa iya persaudaraan harus diawali dengan permusuhan.

Saya yakin ini bisa dan ini bukan impian. Bagaimana dengan Sahabat semua?

Salam, Yusuf Mansur.

*Sumber: detikcom