Hakekat Zuhud



Hakekat Zuhud | حَقِيْقَةُ الزُّهْدِ

Dikutip dari kitab: قواعد وفوائد من الأربعين النووية karya: Syekh Nazhim Sultan, hal. 265 – 266:

وَحَقِيْقَةُ الزُّهْدِ فِي الْقَلْبِ، بِأَنْ يَخْرُجَ حُبُّ الدُّنيَا وَالْحِرْصُ عَلَيْهَا وَالرَّغْبَةُ إِلَيْهَا مِنْ قَلْبِ الْعَبْدِ، فَتُصْبِحَ الدُّنْيَا فِي الْيَدِ وَحُبُّ اللهِ وَالْآخِرَةِ فِي الْقَلْبِ، وَلَيْسَ مَعْنَى الزُّهْدِ رَفْضَ الدُّنْيَا بِالْكُلِّيَّةِ وَالاِبْتِعَادَ عَنْهَا

"Hakekat zuhud itu adanya di dalam hati. Yaitu, keluarnya cinta dunia, ambisi dan ngiler kepadanya dari hati seorang hamba, lalu, jadilah dunia itu berada di tangan, sementara yang berada di dalam hati adalah cinta Allah dan kehidupan akhirat. Jadi, makna zuhud bukanlah menolak dan menjauhi dunia secara menyeluruh."

كَانَ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِمَامَ الزَّاهِدِيْنَ وَلَهُ تِسْعُ نِسْوَةٍ، وَكَانَ دَاوُدُ وَسُلَيْمَانُ – عَلَيْهِمَا السَّلَامُ مِنَ الزُّهَّادِ، وَلَهُمَا مِنَ الْمُلْكِ مَا ذَكَرَ اللهُ، وَالصَّحَابَةُ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ – أَيْضًا كَانُوْا مِنَ الزُّهَّادِ، وَلَهُمْ مِنَ الْمَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْبَنِيْنَ مَا هُوَ مَعْرُوْفٌ

"Dahulu, Rasulullah SAW adalah imam orang-orang yang zuhud, meskipun beliau mempunyai sembilan iistri. Nabi Daud dan nabi Sulaiman (AS) adalah golongan orang-orang yang zuhud, padahal keduanya mempunyai kekuasaan dan harta yang luar biasa, sebagaimana yang disebutkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an. Dan para sahabat nabi (RA) juga merupakan orang-orang yang zuhud, padahal kita semua mengetahui betapa mereka mempunyai banyak harta, lebih dari satu istri dan mempunyai banyak anak."

***

Yang paling menarik dari kutipan ini adalah pengaitan antara zuhud dengan banyak istri. Iki sengaja opo piye yo…biasanya kan hanya dikaitkan dengan harta saja :)

– Ust. Musyaffa A. Rahim –